Pada tanggal 28 Januari Tim survei ke lokasi di daerah Bale Endah Bandung. yang berangkat adalah Ketua dan Koordinator Lapangan yang sudah janjian ketemu di posko dan akan berangkat bersamaan menggunakan 1 kendaraan. segera tim pun meluncur ke lokasi yang akan diberikan bantuan
Pada pk 12.00 WIB
tim tiba di samping sungai citarum dan mampir ke sebuah warung setempat untuk menanyakan tentang informasi awal bagaimana mengenai
- Bagaimana Kondisi Pasca Banjir?
- Bagaimana Kondisi pada saat terjadinya banjir?
- Bagaimana History mengenai daerah tersebut yang menurut pendengaran tim sudah sering terkena banjir?
- Daerah mana sajakah yang terkena dampak terparah dan sangat memerlukan bantuan?
dari hasil yang tanya jawab tim mendapatkan informasi sebagai berikut
- daerah cieunteung adalah daerah yang paling parah terkena dampak banjir
- Pada saat banjir melanda ada sebagian kepala keluarga yang mengungsi karena tempat tinggalnya sudah terendam air secara keseluruhan ada pula yang masih menempati rumahnya di lantai 2
- daerah tersebut sudah sangat sering terkena banjir dan banjir terjadi apabila seluruh kawasan di sekitarnya seperti di majalaya dan bandung sudah dilanda hujan lebat dan alhasil daerah baleendah tersebut terkena luapan sungai citarum yang terletak di sebelah persis daerah tersebut
sesudah tanya jawab selesai tim pun melanjutkan perjalanan ke daerah cieunteung yang diceritakan oleh pemilik warung tersebut. daerah tersebut masuk ke dalam gang dan sebenarnya itu adalah jalan alternatif menuju kawasan majalaya. tim pun masuk ke daerah tersebut yang jalannya tidak lagi beraspal seperti yang kita lihat di kota-kota. setelah kira-kira 5 menit tim menyusuri jalan tersebut kami menemukan jalan yang masih terdapat genangan air. dan hanya dengan sekilas melihat tim sudah dapat memastikan "Betul daerah ini yang mengalami banjir hebat" tim pun berhenti di depan SD yang nampaknya kosong dan segera mencari pejabat setempat. sesudah bertanya kepada warga sekitar kamipun dapat menemukan RW di sana dan mulailah tim bertanya mengenai informasi yang dibutuhkan.
- Karena sudah sering mengalami kejadian tersebut maka warga sudah mengantisipasinya dengan pindah ke lantai 2 rumah mereka.bahkan ada warung yang berjualan di lantai 2
- baru 4 hari sejak tim survei ke lokasi, warga dapat melihat jalanan yang kering sejak bulan desember selama kurang lebih 1 bulan. selama banjir mereka menggunakan perahu kayu untuk keluar ke jalan besar dan beraktifitas kembali. kebanyakan dari warga di sekitar adalah pekerja pabrik dan sebagian rumah di sana adalah rumah konntrakan.
- SD tempat tim berhenti ternyata sudah sejak tahun 2010 pindah ke universitas terdekat karena seringnya berhenti aktifitasnya akibat dampak banjir tersebut.
- Hal yang paling menarik perhatian tim adalah adanya tungku pembakaran sampah buatan warga yang terletak di pinggir jalan. dan setelah tim menanyakan kepada rw setempat ternyata hal tersebut tidak adanya petugas yang mengangkut sampah di daerah mereka, daripada warga membuang sampahnya di sungai maka pejabat setempat berinisiatif membuat tungku pembakaran sederhana tersebut dan sudah ada sebanyak 4 unit ( 1 diantaranya sudah rusak akibat banjir terakhir )
- Rencana Pemerintah : pemerintah sudah membebaskan tanah dari 11 kepala keluarga untuk dibuat folder (waduk mini) yang rencananya proyek akan berjalan pada bulan Maret 2013 ini.
Lokasi Daerah Banjir
Tungku Pembakaran Hasil Kreatifitas Warga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar